joannejustjoanne

Just another WordPress.com site

Future Leader of Bakrie Group With Spirit of Build and Develop But Not Destroy

on June 14, 2012

Untuk orang awam pasti mengenal perusahaan telekomunikasi yang bernama PT Bakrie Telecom. Jika ditanya mengenai produk yang dihasilkan dari PT Bakrie Telecom, mungkin produk yang terlintas pertama kali di benak adalah Esia, Aha, atau Esia Max-D yang baru – baru ini diluncurkan. Sebagai orang awam, saya juga seperti itu, tetapi setelah banyak membaca koran, browsing, mendengar dari dosen kuliah, ternyata PT Bakrie Telecom itu adalah salah satu perusahaan dari Bakrie Grup, dan ternyata masih banyak perusahaan – perusahaan lain yang bergerak di berbagai bidang yang tergabung dengan grup itu, seperti agrobisnis, minyak dan gas, properti, metal, dan infrastruktur.

Bakrie Grup bisa berdiri selama 70 tahun ini pasti karena memiliki manajemen yang sangat baik dan profesional dalam pengelolaan perusahaannya. Orang – orang yang memimpin perusahaan – perusahaan di Bakrie Grup pasti adalah orang -orang yang kompeten dan berpengalaman. Namun, kelangsungan hidup perusahaan bukan saja dari seberapa hebat dan pintar orang yang memimpin perusahaan. Saya melihat perusahaan – perusahaan Bakrie Grup adalah perusahaan – perusahaan yang mengandalkan sumber daya alam yang ada di Indonesia. Seperti kelapa sawit dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Jika pembangunan terus dilakukan dan SDA di Indonesia terus diambil sehingga mengganggu keseimbangan alam, perusahaan sebesar apapun tidak akan bertahan lama. Bencana alam yang akhir – akhir ini sudah banyak terjadi, jika kelakuan manusia yang terus merusak lingkungan maka alam Indonesia pun pasti hancur. Oleh karena itu, seandainya saya dipilih sebagai CEO Bakrie Grup, saya akan lebih concern mengembangkan usaha – usaha yang tidak merusak lingkungan.

Berbagai bidang bisnis memang sudah hampir dikuasai oleh Bakrie Grup dan memang sudah memberikan banyak kontirbusi bagi negeri ini. Namun, di sini saya akan memberikan usulan – usulan lain yang dapat digunakan oleh Bakrie Grup supaya dapat semakin berkembang di berbagai bisnis lainnya, tetapi dengan tetap menghargai lingkungan.

  1. memanfaatkan berbagai macam limbah atau sampah dari hasil – hasil produksi. Misalnya pada limbah hasil kelapa sawit yang ternyata bisa didaur ulang jadi pupuk, dan berbagai macam perabotan.  Itu semua bisa menghasilkan income tambahan bagi perusahaan bukan?
  2. mengadakan perlombaan – perlombaan untuk kalangan pelajar/ mahasiswa yang bertemakan pengelolaan atau pemanfaatan limbah yang baik, atau mungkin pembangunan – pembangunan yang ramah lingkungan. Siapa tahu dari perlombaan – perlombaan seperti itu muncul ide-ide yang belum pernah terpikirkan oleh para ahli tetapi ternyata terpikirkan oleh kalangan pelajar/ mahasiswa. Hadiahnya, diharapkan berupa beasiswa bagi mereka yang menang. =D
  3. menambah industri – industri UKM bagi masyarakat menengah ke bawah. Misalnya saja memberikan pinjaman modal usaha bagi masyarakat menengah ke bawah seperti Grameen Bank, yang didirikan Muhammad Yunus itu. Selama ini orang – orang kecil kurang mendapat perhatian dari pemerintah maupun perusahaan, padahal mereka juga berpotensi memberikan kontribusi materi jika diberi bekal dan keahlian yang cukup. Oleh karena itu, saya ingin bisa bekerja bersama orang – orang yang kurang mampu untuk membangun negeri Indonesia.
  4. menambah perusahaan lagi di bidang otomotif yang memproduksi mobil – mobil ramah lingkungan. Sepertinya dengan isu global warming yang sedang terjadi dan harga BBM yang sewaktu – waktu naik pilihan mobil ramah lingkungan, seperti hybrid yang menggunakan tenaga bahan bakar dan listrik sepertinya akan semakin diminati. Apalagi pemerintah juga sudah mulai menimbang -nimbang untuk memberikan keringanan pajak bagi mobil ini.
  5. bekerja sama dengan pemerintah untuk lebih mengembangkan industri pariwisata di Indonesia. Misalnya saja dengan membuat promosi – promosi yang menarik di televisi mengenai tempat – tempat wisata di Indonesia, apalagi sekarang bisnis Bakrie Grup juga sudah merambah sampai ke media televisi, mengapa tidak digunakan sebagai sarana promosi pariwisata di Indonesia. Memiliki perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur  juga memiliki keuntungan untuk membangun sarana pariwisata juga kan? Misalnya saja membangun dan memperbaiki cagar alam, atau mungkin membuat sarana prasarana di tempat – tempat di Indonesia yang memiliki keindahan alam yang indah tetapi masih terbengkalai.

Sebagai CEO,  saya akan lebih mempraktekan CSR (Corporate Social Responsibility), saya tidak ingin perusahaan yang saya pimpin hanya bertujuan money/ profit oriented saja, tetapi tidak memperhatikan lingkungan atau keadaan sekitar yang tengah terjadi. Jujur saja kesan pertama dari perusahaan – perusahaan dari Bakrie Grup sepertinya memang cuma mengejar uang  terus, memang sih perusahaan yang didirikan adalah profit oriented, tapi penting sekali memperhatikan CSR agar kegiatan berbisnis dengan kehidupan sosial seimbang. Untuk itu saya akan menggunakan moto Spirit of Build and Develop But Not Destroy.

Ketika saya melihat website Bakrie Grup memang sudah bagus dengan program mereka yang Go Green seperti tergabung dengan ICT for Green Asia. Namun, sampai saat ini belum terasa bahwa Bakrie Grup benar – benar serius untuk Go Green. Maksud saya belum terasa kalau Bakrie Grup itu take action untuk Green for Asia. Oleh karena itu, sebagai seorang CEO saya akan mempelopori Green for Asia ini, sehingga dapat menginspirasi bagi perusahaan – perusahaan lain di Indonesia untuk melakukan hal yang sama.

Selain itu, lebih berkonsentrasi menjaga alam Indonesia, dan memperhatikan kalangan yang ada di bawah, citra Bakrie Grup juga akan lebih bersinar dan bisa menghapus citra Bakrie Grup yang sempat memburuk dan pasti akan lebih dipercaya oleh konsumen. Perusahaan – perusahaan Bakrie Grup gunakan lebih berkembang karena apa yang saya utarakan di atas adalah selain untuk kemajuan perusahaan, juga untuk kemajuan negeri ini, dan mungkin bisa membuat perusahaan Bakrie Grup tetap bertahan dari ancaman krisis perekonomian global, apalagi jika lebih memberdayakan UKM dan pariwisata.

Sebagai seorang CEO, saya juga akan merekrut orang-orang yang bekerja di perusahaan adalah orang – orang yang kompeten dan ahli di bidang mereka masing-masing yang dapat sejalan dengan visi dan misi perusahaan untuk mendapatkan profit tetapi tidak dengan bertentangan dengan CSR (Corporate Social Responsibility). Seperti yang sedang terjadi sekarang, yaitu Lumpur Lapindo. Mungkin, memang benar jika perusahaan telah melakukan semua tanggung jawabnya secara materi bagi masyarakat yang dirugikan. Tapi, terlepas dari materi ada juga tanggung jawab moril. Sampai saat ini memang belum ada penemuan atau penyelesaian untuk lumpur Lapindo supaya berhenti, tapi setidaknya ada penyelesaian secara moril bagi korban – korban Lapindo. At least, perusahaan Bakrie Grup juga membantu para korban. Dari berita- berita yang saya dengar ada masyarakat yang surat berharganya seperti akta kelahiran mereka  hilang, dan sawah mereka tenggelam oleh lumpur. Setidaknya perusahaan memberikan bantuan dengan mendata orang- orang yang surat berharganya hilang dan mungkin bisa memberikan pinjaman modal usaha bagi mereka supaya bisa pindah ke tempat lain dan bisa memulai usaha lain, yang tadinya petani tapi sawahnya habis kena lumpur bisa buka warteg, atau mungkin bisa diberi pekerjaan di perusahaan – perusahaan Bakrie Grup. Intinya, para pemimpin perusahaan juga, seperti direktur – direkturnya harus memiliki rasa sosial, nasionalisme, dan integritas juga.

Satu hal lagi jika saya menjadi seorang CEO saya akan benar – benar melaksanakan kata kata ini :

Setiap rupiah yang dihasilkan Bakrie, harus bermanfaat bagi orang banyak – H. Achmad Bakrie

Jangan sampai kata – kata yang diungkapkan oleh Bapak H. Achmad Bakrie hanya jadi slogan semata, tetapi benar – benar dilaksanakan oleh perusahaan – perusahaan Bakrie Grup. :)

Itu saja khayalan saya jika menjadi seorang CEO Bakrie Grup. Semoga dapat memberikan  inspirasi. Menulis ini semua memang terasa mudah tapi untuk dipraktikan sebagai CEO itu adalah tantangan. Namun, tidak ada yang tidak mungkin.Terima kasih. :D

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: